Atensi APH, Proyek Rehab Los Gedung B Pasar Muara Enim Disorot

Tampak hasil pengecatan Gedung B Pasar Muara Enim.

MUARA ENIM – Pekerjaan proyek Rehabilitasi Los Gedung B Pasar Muara Enim dari satuan Dinas Perindustrian, Perdagangan serta Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Muara Enim disorot.

Soalnya, proyek dengan pagu anggaran senilai Rp 672 juta dengan HPS Rp 671 juta lebih dari APBD tahun 2025 ini diduga dikerjakan asal jadi.

Bacaan Lainnya

Demikian dikatakan salah satu kontrol sosial Muara Enim, Dirmanto saat ia mengecek hasil pekerjaan proyek ini menimbulkan banyak kejanggalan dalam pengerjaan proyek tersebut.

“Sudah kita cek, kondisinya sangat memperihatinkan. Saya akan melaporkan proyek ini sesuai dengan fakta dilapangan dan akan saya kawal,” kata Dirmanto, pada media belum lama ini.

Dirmanto menjelaskan, setelah melakukan pengecekan di lokasi banyak sekali dugaan kejanggalan dan ketidaksesuaian yang sangat

mencolok antara spesifikasi dengan realisasi fisik pekerjaan. Seperti kualitas material dan pengerjaan sangat buruk, seperti pekerjaan dinding triplek los yang diduga ketebalan triplek tidak sesuai dengan spesifikasi. Sambungan kurang rapi celah antar papan triplek terlihat jelas, kurang persisi dan tepi potongan terlihat kasar serta tidak rata.

Selain itu, tambah Dirmanto, kualitas finishing dari hasil pengecatan dan plamir terlihat tidak halus sehingga hasil pengecatan terlihat tidak maksimal. Ini terlihat dari beberapa titik pengecatan yang terlihat tipis, ada yang di cat ada yang tidak di cat sama sekali.

“Diduga pengecatan dilakukan secara asal-asalan dan terburu-buru. Terlihat ada dibeberapa titik pekerjaan pengecatan hanya dioleskan tipis tanpa teknis yang benar. Kami minta pekerjaan ini untuk diperiksa sebab uang yang digunakan ini merupakan uang negara,” cetus Dirmanto.

Sementara itu, saat dikonfirmasi PPK proyek, Dovis beberapa nomor telponnya sudah tidak dapat dihubungi. Lalu media mencoba untuk datang ke dinas tempat PPK bekerja juga belum berhasil ditemui.

Lalu media ini mencoba mengkonfirmasi pihak vendor pekerjaan ini, Ucok mengatakan, pekerjaan sudah dikerjakan sesuai dengan spek pekerjaan yang ada.

“Seharusnya berdasarkan RAB petak-petak kios itu tingginya hanya dibuat separuh saja, tetapi karena ada kesalahan dari tukang dibuatnya sampai penuh keatas,” tuturnya.(ndi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *