DPD RAMBO Minta Plt. Bupati Pantau Kebutuhan Pertalite dan Solar Bagi Masyarakat

Muara Enim – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi Pertamax sangat berpengaruh ditengah masyarakat. Buktinya, sejak harga Pertamx naik Rp 16.650/liter, warga lebih memilih BBM subsidi Pertalite.

Akibatnya menyebabkan antrian panjang yang mengular. Bahkan dengan banyaknya masyarakat mengisi BBM pertalite ini SPBU di Muara Enim sering kehabisan.

Terkait hal ini, Ketua DPD RAMBO Muara Enim ZulPadlil Azim S.Pd angkat bicara. Ia menilai akibat kenaikan harga BBM jenis Pertamax otomatis menaikkan biaya operasional dan transportasi bagi penggunaan kendaraan roda dua dan roda empat maupun pengemudi ojek, karena BBM Pertamax tidak bisa menjadi pilihan lagi karena harganya melambung.

Hal ini barang tentu memicu efek domino seperti menurunnya daya beli masyarakat, lonjakan harga bahan pokok akibat mahalnya ongkos distribusi, hingga antrean panjang di SPBU untuk BBM bersubsidi khususnya di kabupaten Muara Enim

“Harapan satu satunya masyarakat kabupaten Muara Enim meminta kepada Bupati Muara Enim untuk mengeluarkan surat himbauan kepada SPBU, karna bupati mempunyai wewenang dapat menyurati pemilik SPBU di wilayahnya untuk mengutamakan pelayanan kepada masyarakat umum,” ujarnya.

Lebih lanjut Zul juga berharap agar masyarakat saat mengisi BBM yang mengantri panjang dapat diturunkan petugas Dinas Perhubungan, agar tidak menganggu lalu lintas.

“Bupati juga mempunyai wewenang mengawasi distribusi mrlalui dinas terkait dalam memantau jika ada indikasi penimbunan atau kecurangan di lapangan, serta mengusulkan yambahan kuota. Dan Bupati bisa menyurati BPH Migas (Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi) dan Pertamina untuk meminta tambahan kuota jika pasokan di daerahnya mengalami kekurangan,” tegasnya.(man)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *