Hanson, Korban Tenggelam Di Sungai Enim Berhasil Ditemukan

Sumsel hari ini.id – Masuk hari ke tiga setelah tenggelam, jenazah Hanson Hiawata (13) korban tenggelam yang diduga hanyut terbawa arus Sungai Enim, pada Senin (12/6) lalu, tepatnya di bawah jembatan Enim I, pemandian umum pinggir Sungai Kemayoran Kota Muara Enim, berhasil ditemukan di Desa Tanjung Raman, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Muara Enim, Sumsel, sekitar pukul 09.00 WIB, Rabu (14/6).

Seperti diberitakan sebelumnya, Hanson mandi di Sungai Enim, peristiwa terjadi saat korban yang diduga tidak bisa berenang nekat menyeburkan diri ke sungai bersama teman-temannya. Karena arus sungai yang cukup deras, tubuh kecil korban terbawa arus.

Melihat rekannya terhanyut, teman-teman korban berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Tepat dibawah Jembatan Sungai Enim I, ada warga yang sedang memancing langsung terjun ke sungai berusaha berenang menyusul korban. Tak lama tubuh Hanson tenggelam dan tak berhasil diselamatkan.

Atas penemuan Hanson, orang tuanya Hendra (43) merasa bersyukur, dan mengucap terima kasih kepada semua pihak yang sudah berupaya melakukan pencarian sehingga hari ini jenazah bisa ditemukan.

Sekitar pukul 90.00 WIB, terang Hendra, dirinya mendapatkan kabar penemuan jenazah anaknya di desa Tanjung Raman, Kecamatan Ujan Mas dari Tim Inafis Polres Muara Enim.

“Kronologis penemuannya saya tidak tahu, karena pada saat diberi tahu, saya sedang menelusuri sungai dengan tim gabungan Basarnas,” ungkapnya.

Intinya pihak keluarga sangat berterimakasih kepada seluruh Tim Rescue gabungan, BPBD, Basarnas, Rescue PTBA, PAMA, SBS dan juga seluruh masyarakat yang sudah membantu. pihaknya bersyukur anaknya sudah ditemukan.

“Rencananya, jenazah akan dimakamkan di samping makam neneknya,” ujarnya singkat.

Sebelumnya, sejak diketahui korban hanyut terbawa arus Sungai Enim, Tim Sar Gabungan sudah melakukan pencarian selama kurang lebih dua hari sebelum akhirnya jenazah korban ditemukan di desa Tanjung Raman Kecamatan Ujan Mas.

Informasi yang berhasil dihimpun, dari lokasi kejadian hingga tempat penemuan kurang lebih berjarak sekitar 6 KM, dengan kendala pencarian kondisi sungai yang keruh, arus sungai dan sampah-sampah.(rel/ndi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *