Hendro, Angkat Bicara Terkait Dugaan Pengerjaan Proyek Asal Jadi Di PALI

Sumsel hari ini.id – Ketua Bidang Hukum & Advokasi Ormas GNPK RI Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Hendro Saputra SH angkat bicara terkait dugaan proyek yang pengerjaanya asal jadi di salah satu desa Kabupaten PALI.

Dimana dari temuan awak media dilapangan belum lama ini, pengerjaan jalan setapak jenis rabat beton di Desa Air Itam Timur, Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI tampak pasir urug atau pasir dasar tampak terlalu tebal, tentu akan berpengaruh pada volume ketebalan beton dijalan setapak ini bisa dari 15 cm, dan tak hanya itu saja, agregat yang di hampar seharusnya mengunakan batu ukuran 2/3 ini malah mengunakan batu bulat.

Berdasarkan papan informasi kegiatan tersebut tertulis, nama kegiatan pembangunan jalan rabat beton, volume 2 X 0, 15 X 742 meter, jumlah dana Rp.367.697.500,-(PPN+PPH), sumber dana APBD/ADD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, tahun anggaran 2023, lokasi l, ll, lll, lV, V, Vl Desa Air Itam Timur, pelaksana TPK Desa Air Itam Timur.

Hendro Saputra mengatakan, atas permasalahan pembangunan jalan rabat beton tersebut tentu sangat perlu diperhatikan, sebab dalam suatu pembangunan didesa tentu mengunakan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) dari program pemerintah.

“Dari itu, semestinya pemerintah desa harus betul-betul memperhatikan kualitas dan efektifitas bangunan yang mereka bangun, karena tujuan dari dana desa itu murni untuk kesejahteraan masyarakat desa, bukan untuk kesejahteraan pemerintah desa. Dan fokus dana desa ditahun 2023 ini sudah jelas diperuntukan untuk mengentaskan kemiskinan esktrim serta penguatan ketahanan pangan disinkronisasikan dengan prioritas nasional,” ungkap Hendro pada, Jumat (7/7/2023).

Hendro juga meminta pada Aparat Penegak Hukum (APH) segera melakukan pengecekan atau pemeriksaan pada proyek tersebut, untuk membuktikan transparansi dan kebenarannya.

“Pihak tipikor kepolisian, maupun Kejaksaan bahkan Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK-RI), agar jangan tutup mata. Saya minta proyek ini dilakukan pemeriksaan, karena ini uang negara yang dipergunakan pembangunan proyek tersebut untuk kesejahteraan masyarakat desa,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Air Itam Timur saat dikonfirmasi wartawan melalui WhatsApp (WA) terkait masalah ini, sampai berita ini diterbitkan belum ada jawaban.(dewa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *