Muara Enim, Sumsel Hari Ini.id – Sangat ironis dan menjadi sejarah bagi Kabupaten Muara Enim saat ini. Kenapa tidak, dihari jadi Kabupaten Muara Enim yang ke 79 malah diwarnai aksi demo dari masyarakat yang mengatasnamakan Komunike Arus Bawah Anti Pemufakatan Jahat.
Aksi demo yang digelar di depan Gedung DPRD Kabupaten Muara Enim, pada Kamis (20/11/2025). Aksi ini tidak lain untuk menyampaikan beberapa aspirasi dari masyarakat.
Aspirasi yang disampaikan oleh Korlap aksi, H Ardiansyah didampingi Solihin dalam aksi diantaranya terkait proses lelang barang dan jasa yang diduga telah diarahkan oleh Unit Pengadaan Barang Dan Jasa Setda Kabupaten Muara Enim, penggunaan material proyek diduga ilegal di proyek pemkab Muara Enim dan Maladministrasi Kabapenda Muara Enim dalam penarikan pajak MBLB kepada penyedia jasa proyek di Kabupaten Muara Enim.
Teriakan tajam korlap aksi yang menggema ini juga saat muncul ketika nama seorang oknum pejabat di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim, berinisial IS kembali diteriakkan massa.
Dalam beberapa tahun terakhir, nama ini memang beberapa kali mencuat dalam berbagai isu pengadaan proyek. Di lapangan, massa menyebut IS sebagai “joker”—istilah yang dipakai untuk menyebut tokoh yang disebut-sebut mengatur lalu lintas proyek dari balik layar.
“Kami mendesak Bupati Muara Enim berhenti memakai oknum bermasalah. IS selalu muncul dalam dugaan pengkondisian proyek. Sehingga pecat saja oknum tersebut jika tidak kredibilitas bupati runtuh,” ujar Adriansyah.
Sementara itu, Salah satu kontrol sosial Kabupaten Muara Enim, Dirmanto menilai aksi yang digelar oleh masyarakat ini sangatlah ironis sekali. Sebab, dihari jadi Kabupaten yang seharusnya disyukuri dan juga dimeriahkan dengan hikmat, tapi masih ada aksi demo.
“Hal ini terkesan ketidakmampuan seorang pemimpin di Kabupaten Muara Enim untuk meredam situasi, dengan cara cepat menanggapi aspirasi masyarakatnya itu sendiri, dengan segera ditindak lanjuti sesuai faktanya,” tuturnya.
Terkait hal itu, lanjut Dirmanto, seorang pemimpin itu harus cerdas dalam menghadapi gejolak arus bawah dan juga situasi yang saat ini tengah terjadi. Seperti adanya isu yang disampaikan masyarakat melalui aspirasi didalam aksi demonya terkait kondisi apa pun di dalam kabupaten itu sendiri untuk secepatnya segera ditanggapi.
Apalagi aksi demo ini, dilihat dari aspirasi yang disampaikan terkait hal-hal penting dan juga untuk mendukung pemerintahan yang bersih dan lebih baik lagi di Kabupaten Muara Enim.
Jika memang aspirasi yang telah disampaikan itu benar terbukti maka sangat fatal. Sebab aspirasi adanya isu terkait tatanan aturan dalam pengadaan barang dan jasa lelang yang diduga telah diarahkan, lalu terkait aturan penggunaan bahan material yang digunakan beberapa proyek Pemkab haruslah yang legal sesuai aturan yang berlaku sangat penting dalam pemerintahan yang bersih.(red)



