Sumsel hari ini.id – Koramil 404-05/Tanjung Enim jelang Idul Adha melalui Babinsa Koramil 404-05/Tanjung Enim pantau dan cek hewan kurban pada, Kamis (22/6/2023) di Lapak Jalan Baru Dusun III Desa Lingga Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Sumsel.
Dalam kegiatan ini, tidak lain memberikan motivasi secara langsung kepada penjual sapi/kambing terus dilakukan oleh Anggota TNI AD jajaran Koramil 404-05/TE. Hal ini untuk mengantisipasi wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang dapat menyerang hewan ternak menjelang hari raya qurban.
Kunjungan kali ini dilaksanakan di kandang kambing milik Sunaryo, Bambang dan Aifin yang berada di lapak Jalan baru dusun III Desa Lingga Kecamatan Lawang Kidul.
Dalam sosialisasinya, Serda Ami, S menuturkan, pada pemilik ternak agar melakukan pengecekan rutin terhadap hewan sapi/kambing ternak. Hal ini untuk upaya pencegahan dini penyebaran wabah PMK yang sewaktu-waktu bisa mengancam kesehatan sapi ternak.
Saat mencari hewan kurban, cek kesehatan hewan terlebih dahulu. Pengecekan hewan meliputi intensitas air liur, bercak-bercak di mulut, dan kondisi kuku hewan. Jika terlihat gejala PMK, hindari membeli hewan ternak tersebut.
“Pada saat pembelian hewan qurban akan lebih baik lagi jika ada Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari dokter hewan. Hal itu dapat menguatkan bahwa hewan tersebut dalam kondisi sehat.terang babinsa,” ungkapnya.
Selanjutnya kata dia, PMK pada hewan ini memiliki masa inkubasi. Penyakit ini perlu masa inkubasi selama 14 hari. Untuk itu, sangat memungkinkan jika hewan kurban yang sehat saat dibeli tiba-tiba terjangkit PMK karena saat membeli masih dalam masa inkubasi virus.
Untuk itu, sambung dia, Babinsa menyarankan agar membeli hewan qurban mendekati Idul Adha. Hal ini mencegah hal itu terjadi. Kita cek dan amati karena penyakit ini sifat inkubasinya 14 hari. Jadi kita lebih aman mencari hewan kurban yang lebih mendekati Idul Adha,
“Para peternak diminta tetap dan terus waspada. Sebab, PMK cepat penularannya hingga menimbulkan kematian mendadak pada hewan. Hal itu tentu juga merugikan peternak sendiri,” jelasnya.
Terkait hal itu, sejak mengetahui berbagai berita, peternak sapi/ Kambing melakukan perawatan setiap hari. Mulai memberikan makanan yang sehat, kebersihan kandang serta pemberian vitamin.
“Jadi, kami sudah berupaya mengantisipasi dengan baik,” ucap bapak sunaryo
Sementara itu, Danramil 404-05/Tanjung Enim, Kapten Czi Sujarwo menyampaikan, telah memerintah seluruh Babinsa untuk berperan aktif dalam pencegahan penyebaran atau penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak khususnya yang berkaki belah seperti sapi dan kambing.
Berkaitan dengan PMK ini, ia mengimbau kepada masyarakat agar tetap hati-hati dan waspada, meskipun penyakit ini bisa disembuhkan dan tidak menular pada manusia, serta dengan di olah yang benar daging hewan yang terjangkit PMK masih aman untuk di konsumsi manusia, akan tetapi kita harus tetap mencegah penyebaran penyakit ini.
“PMK ini sangat mudah menular pada hewan ternak lainnya, untuk itu masyarakat agar selalu menjaga kandang sapi harus selalu dalam keadaan bersih, untuk sementara bisa membatasi orang luar berkunjung ke kandangnya,” tutupnya.(ndi)



