LSM BPPI Segera Menyurati DLH, Terkait Bocornya Pipa Pertamina Adera

SHI.ID|PALI – Berawal dari informasi masyarakat bahwa diduga ada semburan minyak mentah cemari lahan warga. Akibat kebocoran pipa line milik PT Pertamina Hulu Rokan Zona IV Adera Field wilayah Desa Pengabuan, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir ( PALI), Sumatra Selatan.

Berdasarkan pantauan wartawan di lapangan terdapat beberapa titik kebocoran minyak yang diduga milik PT Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Adera Field, bahkan sisa dari semburan minyak masih tampak jelas terlihat berwarna hitam pekat dan berbau menyengat di kebun karet warga,

Terlihat juga puluhan kantong plastik berwarna putih yang berisi, masih tergeletak di pinggir kebun karet warga, isi kantong plastik tersebut sisa dari pembersihan bekas minyak yang bocor tersebut dan belum dipindahkan oleh pihak perusahaan, Kamis (17/11/2022)

Terpisah, Rosidi Ketua DPD Lembaga Swadaya Masyarakat Barisan Pemuda Indonesia (LSM BPPI) PALI Menyayangkan akibat kelalaian dari pihak perusahaan sampai menyebabkan kerugian bagi masyarakat, seharusnya pihak perusahaan memperhatikan kondisi pipa minyak yang sudah tidak layak lagi untuk digunakan,

“Saya menduga kebocoran minyak ini disebabkan oleh korosi, Karena terlihat dari kondisi pipanya sudah berkarat termakan usia dan sudah tidak layak lagi untuk dipergunakan dan seharusnya diganti dengan pipa yang baru,” ungkap Rosidi

Sambungnya lagi, Kalau sebatas ditambal dan disambung tidak begitu menjamin untuk kekuatannya, Kalau tidak cepat diganti baru dikhawatirkan akan terjadi lagi korosi, juga akan berdampak kerusakan pada lingkungan sekitar pipa bocor tersebut.

Lebih lanjut Ketua LSM Lingkungan itu mengatakan akan menyurati atau menyampaikan pencemaran itu ke instansi terkait, seperti DLH PALI, DLH Provinsi Sumatera Selatan dan akan di tembuskan ke SKK Migas dan Mentri ESDM agar ada tindak lanjut terhadap permasalahan ini, karna menurut dia sisa dari semburan minyak ini mengandung Bahan Beracun Berbahaya (B3).

Terpisah, Kepala Desa Pengabuan, Supriyanto mengatakan, tidak mengetahui kalau ada kejadian pencemaran lingkungan hidup di wilayah nya, karna sejauh ini pihak perusahaan belum melaporkan peristiwa tersebut, “Saya kurang tahu karena pihak Adera tidak memberi tahu pihak pemerintah setempat, ” jelas Kades kepada awak media saat dikonfirmasi via WhatsApp.

Sementara Erwin, salah satu Humas dari pihak perusahaan PT Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Adera Field, mengarahkan awak media koordinasi dengan pihak relation seraya mengirim kontak atas nama Detta, “Silakan koordinasi dg dette relation adera pak,” tulis Erwin di pesan WhatsApp pada Jum’at (18/11/2022).

Selanjutnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp Detta Fresetiyo sebagai Relation Adera menjelaskan, “Segera saya sampaikan kepihak atasan dan menegement pak,” balasnya

Dan sampai berita ini diterbitkan belum ada penjelasan yang lebih spesifik dari pihak perusahaan.(dw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *