SHI.id|PALI — Ratusan warga yang tergabung dalam / MPC Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menggelar aksi demonstrasi di halaman kantor PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Rayon Pendopo, yang menuntut diselesaikannya masalah pemadaman listrik, kamis (22/12/2022) .
Aksi demo yang berlangsung sekitar setengah jam itu, sempat diwarnai dengan aksi membanting barang elektronik, seperti kulkas, TV, mejicom setrika, hingga hancur berantakan. Hal ini sebagai simbol banyaknya barang elektronik milik masyarakat yang rusak gara-gara pemadaman listrik ini.
“Pihak PLN mestinya bertanggung jawab dan mengganti rugi kerusakan-kerusakan tersebut”, tegas para pendemo.
Menurut Koordinator Aksi Demo Purwanto, aksi yang dilakukan ini baru sebatas aksi prakondisi, dan jika pihak manajemen PLN Pendopo, tidak segera memberikan penjelasan rill tentang kondisi yang terjadi, maka Pemuda Pancasila bersama elemen masyarakat lainnya, akan turun lagi dengan kekuatan massa yang lebih besar.
Semantara itu, Penasehat Hukum Pemuda Pancasila Kabupaten PALI, Devi Harianto, SH MH menerangkan, ada tiga tuntutan yang diminta, pertama meminta agar pihak PLN memberitahukan kepada seluruh pelanggan bilamana terjadi pemadaman listrik.
“Pemberitahuan selama ini kurang masif, sehingga kami minta agar pemberitahuannya diperluas lagi, baik melalui media massa, media sosial kalau perlu diberitahukan lewat papan pengumuman yang dipasang di depan kantor PLN ULP Pendopo,” ucapnya.
Yang kedua, lanjut Devi tuntutannya untuk dilakukan ganti rugi kepada para pelanggan PLN yang merasa dirugikan akibat terjadinya pemadaman listrik.
“Selama terjadinya pemadaman listrik beberapa hari yang lalu, banyak masyarakat dan pelaku UMKM dirugikan, ada yang alat elektroniknya rusak, ada yang bahan baku jualan menjadi busuk, bahkan ada juga bisnis online menjadi rugi akibat sinyal yang lemot karena mati lampu,” urainya.
“Dan yang ketiga kami minta agar Manager PLN ULP Rayon Pendopo diganti,” imbuhnya.
Sedangkan, Manager ULP PLN Rayon Pendopo Iman Aswilton, ST menyambut masa demo yang telah menyampaikan aspirasinya dan mengucap terima kasih atas penyampaian aspirasi masyarakat.
Terkait ia menanggapi tiga tuntutan yang disampaikan oleh MPC Pemuda Pancasila Kabupaten PALI, Iman menyebutkan, bahwa pihaknya semua mempunyai visi yang sama, yaitu ingin terciptanya pelayanan listrik yang optimal ke seluruh pelanggan, itu juga menjadi keinginan bersama.
Iman juga menambahkan, bahwa pihaknya selalu berupaya semaksimalnya dalam memberikan pelayanan kepada para pelanggan.
“Untuk kejadian padam listrik beberapa hari lalu, yang disebabkan karena peralihan tegangan dari Gardu Induk Gunung Megang, ke Gardu Induk Simpang Belimbing, itu kami akui terjadi keteledoran kami dalam pemberitahuan kepada masyarakat secara menyeluruh dan masif,” ungkapnya.
Selain itu, lamanya perbaikan yang tidak sesuai jadwal. Hal itu karena kendala teknis dilapangan yaitu peralihan tegangan di 300 trafo yang tidak bisa langsung seluruh disambung ke Gardu Induk yang baru. Makanya bertahap agar tidak terjadi ledakan.
Terkait tuntutan yang disampaikan oleh MPC Pemuda Pancasila PALI, Ia siap untuk melaksanakannya seperti untuk pemberitahuan jika ada pemadaman baik itu dari medsos dan akan disampaikan ke pelanggan.
“Kami berjanji akan menyebarkan informasi lebih masif baik lewat media massa maupun media sosial. Kemudian terkait kompensasi ganti rugi, kami akan sampaikan terlebih dahulu ke UP3 Lahat. Nantinya akan ada tim independen yang melakukan itu,” ujarnya.
Kemudian untuk pergantian manager PLN ULP Rayon Pendopo, Ia mengaku siap apabila memang harus dipindahkan.
“Jabatan adalah amanah. Jika memang saya harus pindah tidak apa-apa, kamu siap. Yang pasti selama menjabat disini, kami akan memberikan pelayanan yang terbaik untuk kabupaten PALI dalam pelayanan listrik kepada pelanggan,” pungkasnya.(dewa)



