Sumselhariini.id, Pagaralam – Petani cabai di Kabupaten Lahat dan Kota Pagar Alam saat ini kembali bisa tersenyum sumringah. Soalnya, saat ini harga cabe ditingkat petani kembali mengalami kenaikan cukup signifikan.
Jika sebelumnya harga cabai ditingkat petani hanya berkisar diharga Rp27.000 sampe Rp29.000 perkilogram. Namun, saat ini mengalami kenaikan menjadi Rp50.000 sampai Rp55.000 perkilogram tergantung jenis dan kualitas cabenya.
Naiknya harga cabai ini diduga disebabkan tidak banyaknya petani di Pagar Alam yang menanam Cabai. Hal ini juga dipengaruhi musim kemarau yang membuat petani kesulitan mendapatkan air.
Ari (25), salah satu petani cabai millenial dikawasan Desa Pajar Bulan, Kecamatan Pajar Bulan, Kabupaten Lahat mengatakan, jika sejak beberapa hari ini harga cabai ditingkat petani mengalami kenaikan. Minggu (29/10/2023)
“Harga cabai sekarang alhamdulilah naik, hari ini kita panen perdana saya jual Rp55 ribu perkilonya. Padahal sebelumnya harganya hanya berkisar Rp27 ribu sampai Rp29 ribu perkilogramnya,” katanya.
Dijelaskan Ari, kenaikan harga cabai ini sudah terjadi sejak awal kemarau lalu, dimana dari Rp27.000 perkilogram sempat naik diangka Rp31.000 perkilogram. Namun saat ini naiknya cukup signifikan yaitu Rp55.000 perkilogram.
“Saya dapat kabar hari ini, harga cabai naik menjadi Rp55 ribu, kabar yang saya dapat itu langsung dari agen cabai” jelasnya.
Sementara itu Ismail Fikri salah satu agen cabai di Kota Pagar Alam mengatakan, jika memang harga cabe saat ini terus mengalami kenaikan.
Jika sebelumnya hanya Rp27.000 saat ini ada yang berharga Rp55.000 perkilogram dan ada yang lebih dari itu.
“Naik harganya namun tetap melihat kualitas dan jenis cabainya. Selian itu juga tergantung lokasi lahannya, jika jauh dari pasar maka harganya akan berbeda karena dipotong ongkos,” ungkapnya.(toni)



