Sumsel hari ini.id – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tinggal hitungan bulan. Salah satunya yakni Kabupaten Muara Enim yang sudah 4 tahun terakhir jabatan kepala daerahnya hanya diisi oleh beberapa Penjabat (Pj) dan Pelaksana Tugas (Plt). Hal ini disebabkan, pasangan kepala daerah defenitif sebelumnya terjerat kasus korupsi oleh lembaga anti rasuah yakni Komisi Pemberantas Korupsi (KPK).
Menjelang Pilkada serentak tentu masyarakat Muara Enim sudah sangat menantikannya. Sebab, sudah 6 kali silih berganti jabatan kepala daerah. Tentu, pengaruh dari silih bergantinya kepala daerah dipastikan kontestasi Pilkada di Bumi Serasan Sekundang bakal seru, namun meski begitu tetap diharapkan suasana Pilkada damai dan kondusif.
Terkait incumbent kepala daerah di Kabupaten Muara Enim bisa dikatakan tidak ada. Semua pasangan Bakal Calon Bupati (Bacabup) dan Bakal Calon Wakil Bupati (Bacawabup) memiliki kesempatan yang sama. Buktinya, banyak bermunculan wajah bacabup dan bacawabup di Kabupaten Muara Enim, di Provinsi Sumatera Selatan ini telah marak bermunculan tertempel melalui sepanduk dan benner diseluruh wilayah Kabupaten Muara Enim.
Namun, siapa saja yang nantinya berhasil mendapatkan dukungan dari partai politik untuk bisa melengang berkontestasi di Pilkada serentak November 2024 mendatang?. Tentu, dapat dilihat setelah pemenuhan syarat dan penetapan pasangan calon oleh KPU mendatang.
Namun, bukan hanya itu, setelah penetapan pasangan calon, masyarakat yang memiliki hak pilih juga menjadi suara penentu (suara tuhan) bagi siapa calon kepala daerah yang akan menang dan menduduki jabatan Bupati dan Wakil Bupati Muara Enim yang defenitif untuk periode berikutnya yang akan memimpin menjadikan Kabupaten Muara Enim lebih baik lagi.
Untuk itu, masyarakat yang memiliki hak memilih nantinya harus pintar dan cerdas dalam memilih, dengan hati nuraninya sendiri, tanpa paksaan dan embel-embel lainnya, karena dapat dilihat sosok seorang pemimpin dapat dijadikan teladan, sedangkan sosok penguasa untuk dihindari untuk dijadikan seorang kepala daerah.
Bukan hanya itu saja, setelah para Cabup dan Cawabup sudah ditetapkan oleh KPU nanti, tentu pasangan calon kepala daerah harus memiliki berbagai program kedepan yang jelas untuk masyarakat Kabupaten Muara Enim, yang merupakan strategi guna merebut hati dan mendulang suara rakyat kabupaten yang berselogan Bumi Serasan Sekundang ini nantinya.
Disisi lain juga, saat ini masyarakat harus sabar menunggu siapa sajakah para Cabup dan Cawabup yang akan ditetapkan oleh KPU yang akan bersaing nasib di kabupaten yang sangat kaya sumber alam ini.
Lalu, bagaimana dengan putra dan putri terbaik asli Kabupaten Muara Enim yang terpanggil untuk ikut menjadi Bacabup dan Bacawabup?. Apakah bisa menjadi pasangan calon yang kuat, ataukah hanya mengharap gandengan untuk menjadi wakilnya saja. Penjajakan dalam perpolitikan yang dinamis masih dinantikan oleh masyarakat dengan melihat siapa saja calon tetap nantinya?, berapa pasang yang akan bersaing menjadi bupati dan wakil bupati ?. Dan program apa yang dijanjikan oleh para calon nantinya, kita tunggu saja.
Dari sana, masyarakat sebagai pemilik hak suara, wajib menyumbangkan hak suaranya. Dengan begitu, kesuksesan Pilkada dapat terwujud dan mendapatkan pemimpin yang cerdas, pelayan yang mendengarkan harapan masyarakat dan pemerintahan yang bersih, sehingga menjadi salah satu Kabupaten yang terdepan dari Kabupaten/Kota lain di Sumsel dan secara umum di Indonesia.(*)
Penulis : Andi Ardiyan, SE (Redaktur Sumsel hari ini.id)



