Talud Jembatan Enim 1-2 Bakal Perindah Kota Muara Enim

Tampak gambar sket pembangunan talud yang dilengkapi dengan Pedistrian. (foto.dok waskita)

Sumsel hari ini.id – Pengerjaan proyek dinding penahan (Talud) Jembatan Enim 1-2 saat ini telah mulai dikerjakan oleh Waskita. Pembangunan Talud yang sangat dinantikan oleh masyarakat ini kedepan diharapkan dapat selesai sesuai jadwal dan juga pembangunannya sesuai harapan.

Sedikit kilas balik, diberitakan sebelumnya PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memberikan dana hibah sebesar Rp 106 untuk mendukung Pembangunan Dinding Penahan Tanah (Talud) antara Jembatan Enim 1-2 sepanjang 1,89 kilometer (km) di Kabupaten Muara Enim.
Adapun groundbreaking pembangunan ini bertepatan denganHari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Kabupaten Muara Enim pada hari ini pada 2022 lalu.

Peletakan batu pertama proyek ini saat itu dihadiri langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru dandan jajarannya, Pj Bupati Muara Enim Kurniawan, Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) PTBA Suherman, Direktur Operasi dan Produksi PTBA Suhedi, Forkopimda Kabupaten Muara Enim, dan tokoh-tokoh masyarakat.

Saat wartawan media ini berkesempatan bertemu Humas Waskita M. Ainur Rafiq, S.T didimpingi Enggierring Fajri Syahfitra, pada Jumat (14/6/2024). Ia menjelaskan, bahwa saat ini pengerjaan telah dilaksanakan dengan melakukan land clering bantaran sungai.

“Kita saat ini melakukan land clering lokasi. Ukuran panjang sekitar 1,8 km lebih untuk total pengerjaan sebrang kiri dan kanan (enim 1-2) sungai,” tuturnya.

Ia menjelaskan, untuk titik akses keluar masuk ada sekitar 6 titik akses yakni berada di samping Jembatan Enim 1 (Mambo lama). Sedangkan dari Jembatan Enim 2 di taman dan samping Boster PDAM Lematang Enim dan lainya.

Lalu, sambung dia, untuk bentuk bangunan pihaknya sudah memasang benner gambar sket pembangunan talud dari jembatan enim 1-2 di lokasi proyek. Dari bentuk bangunan sudah jelas digambar sesuai sketnya.

“Dari sket pembangunan talud ada titik akses, bentuk talud bertingkat ada yang 3 meter dan 4 meter, joging trak dan pedistrian 3D,” bebernya.

Oplus_0

Disingung apakah pihak Waskita sebagai vendor pengerjaan proyek ini telah mengecek debit air sungai saat meluap?. Kata dia, pihaknya sudah melihat secara langsung debit ketinggian air sungai saat meluap. Dan ukuran sudah dilebihkan agar saat air meluap tidak akan menggenangi lantai pedestrian talud tersebut.

“Mudah-mudahan progek ini dapatkan selesai sesuai dengan target yang telah di tentukan,” tukasnya.(ndi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *