SHI.ID| MUARA ENIM – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pergerakan Pembela Aspirasi Masyarakat Kabupaten (PERPAM) Muara Enim yang akrab di sapa Bung Natan.
Saat berjumpa sela-sela kesibukannya di seputaran Islamic Center, dan diminta penilaian mengenai pembangunan di Bumi Serasan Sekundang, belum lama ini.
Bung Natan menjelaskan, pembangunan di Bumi Serasan Sekundang masih banyak tertinggal dari Kabupaten/Kota tetangga lainnya. Contoh saja seperti Pusat hiburan keluarga dan Mall berkelas nasional belum ada Muara Enim.
“Ini juga merupakan aspirasi dan penilaian masyarakat yang diserap selama memimpin ormas PERPAM tercinta,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga menilai di Kabupaten Muara Enim ini pada sektor pendidikan perlu dibangunnya pusat pendidikan dari tingkat TK, SD, SMA, hingga Perguruan Tinggi yang bertarap Internasional, serta melakukan pemulihan program pendidikan pasca Covid-19 berakhir.
“Agar anak dan cucu kita kelak tidak tertinggal kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dari Kabupaten/Kota lainnya. Dimana kita ketahui pembangunan sekolah kedepan semoga tidak ada lagi bangunan yang kurang layak.
Lalu, sambun dia, Muara Enim harus segera direncanakan pula pembangunan Rumah Sakit yang lebih modern bertingkat Internasional.
“Agar masyarakat tidak perlu pergi jauh untuk berobat,” harap Ketua DPD PERPAM yang kharismatik ini.
Kemudian Natan melihat masih cukup banyak lahan-lahan tidur di Bumi Serasan Sekundang ini yang bisa digunakan, serta dimanfaatkan sebagai penunjang dalam membantu pemulihan pertumbuhan dan pendapatan masyarakat pada sektor ekonomi, tapi tentunya itu harus bekerjasama antara masyarakat dengan pemerintah serta melibatkan perusahaan BUMN,BUMD hingga BUMS yang ada.
Nah, kedepan, PERPAM menyarankan kepada Pemerintah Kabupaten agar para Kepala Organisasi Pimpinan Daerah (OPD) yang bekerja belum optimal untuk dilakukan penyegaran dan dilakukan perombakan formasi yang lebih baik lagi.
“Dengan begitu, dapat memberikan kesempatan kepada yang muda untuk bergerak dan berkarya dengan semangat perubahan,” ujar Bung Natan mengakhiri perbincangan.(ndi)



