SHI.ID|PALI – Dandim 0404 Muara Enim membuka secara langsung kegiatan sosialisasi Wawasan Kebangsaan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2022. Dengan Tema ” Melalui Pemahaman Wawasan Kebangsaan Kita Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa Berdasarkan Pancasila,” Kegiatan ini, dihelat di Gedung Pesos Komperta Pendopo Talang Ubi, pada Kamis (28/7/2022)
Dalam kesempatan itu, Dandim 0404 Muara Enim Letkol Arh Rimba Anwar menyampaikan, wawasan kebangsaan dan integrasi nasional adalah pandangan suatu negara. Bagaimana dia mempertahankan ideologi yang dianutnya, agar negara itu bisa utuh dan bertujuan bagaimana bangsa bisa kuat dalam menjaga sinergisitas bangsa.
“Kemudian ditahun 1945 kita proklamasi kemerdekaan, akan tetapi negara-negara penjajahan tidak terima 17 Agustus 1945, tidak mengakui kemerdekaan, kemudian pasukan sekutu dengan di Pimpinan Inggris masuk 28 Oktober 1945, hingga tanggal 30 Oktober pasukan sekutu ultimatum untuk menyerah,” tuturnya.
Lebih lanjut, kata Dandim, dengan mempelajari wawasan kebangsaan tentu harus kembali ke masa perjuangan. Biar semua sadar untuk mencapai kemerdekaan tidak semuda membalik telapak tangan, butuh pengorbanan jiwa dan raga Bangsa Indonesia sekarang ini sangat jauh dari bangsa-bangsa lain.
“Tapi kita bangsa Indonesia punya semangat dan jiwa NKRI sudah memiliki semangat yang sangat tinggi dalam membela keutuhan dan kemerdekaan Bangsa Indonesia,” bebernya.
Sedangkan, kata dia, tujuan dari giat ini diharapkan dapat memperkuat rasa cinta tanah air dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dosen Sospol Unsri Palembang Zailani Surya Marpaung S.Sos, M.PA menuturkan, awasan kebangsaan yakni bagaimana memahami Pancasila, Bhinneka tunggal Ika, NKRI. Indonesia merupakan bangsa yg kaya akan ragam Hayati, Indonesia 1340 suku, jangan sampai kita berpikiran kecil karena keanekaragaman budaya, suku, adat, dan budaya.
“Bagaimana kita bisa menjadikan Pancasila menjadi dasar dalam berbangsa dan bernegara, agar negara kita tetap utuh tidak terpecah-belah,” ungkapnya.
Wawasan kebangsaan pada hakikatnya meningkatkan jati diri bangsa. Suatu bangsa apabila tidak bisa mempertahankan budaya kebangsaan akan hancur, apalagi dengan banyaknya kepentingan untuk menghancurkan bangsa Indonesia disinilah harus memupuk rasa cinta tanah air agar Indonesia tetap utuh dan bersatu.
“Kondisi isu-isu yg merusak rasa persatuan dan kesatuan, agar generasi penerus bangsa tetap memupuk cinta tanah air Lawan hoax dari media sosial.Isu SARA, budayakan saling hormat menghormati dan Pentingnya merawat ideologi Pancasila, karena Pancasila adalah dasar Negara Indonesia harga mati tidak bisa digantikan dengan apapun bagi Negara Republik Indonesia,” terangnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Pali diwakili Sekda Kartika Yanti.SH.MH, Dandim 0404/ME Letkol Arh Rimba Anwar. S.I.P, M.I.P, Kapolres Pali Efrannedy. S.I.K, M.A.P, Kajari Pali Agung Arifianto.SH.MH, Danramil 404.03/Pali Kapten Arm Broto Santoso, Kasi Bimas Islam Kemenag Pali Anang Zailani.S,Pd.I, Dosen Ilmu Sosial dan Politik Unsri Palembang Zailani Surya Marpaung.S,Sos.MPA, Ketua FKUB Kab. Pali Ustd Fadri, Ketua FPK/Forum Pembauran Kebangsaan Kab. Pali Tugio, Perwakilan dari Partai Politik Kab. Pali, Perwakilan Siswa Siswi SMA/SMK Se_ Kec Talang Ubi, Insan Pers Kab. Pali.(ndi)



