SHI.ID|PALEMBANG – Diduga mengantuk sebuah mobil Toyota Altis menabrak mobil kontiner yang parkir akibat pecah ban belakang hingga mengakibatkan mobil masuk ke bawah bak mobil kontiner di Jalan Basuki Rahmat, tepatnya depan rumah dokter Win, Kecamatan Kemuning Palembang, Jumat (5/11/2021) sekitar pukul 02.00 WIB.
Akibat kejadian itu pengendara mobil Toyota Altis Anggy Albernande (28) mengalami luka berat, sedangkan Erwin Iskandar (31) meninggal di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang.
Kasat Lantas Polrestabes Palembang, Kompol Endro Aribowo melalui Kanit Gakkum AKP Malina mengatakan, bahwa kejadian itu berawal saat mobil yang dikendarai korban Anggy dan penumpangnya Erwin dari arah simpang angkatan 66 menuju simpang pagi sore palembang.
“Setibanya di TKP, informasi yang kita dapatkan dari anggota kita bahwa ada mobil kontiner yang dikendarai Didi pecah ban belakang dan parkir di TKP, kemudian mobil yang dikendarai dan ditumpangi korban menabrak kontiner tersebut,” ujarnya.
Sehingga penumpang meninggal di TKP Laka lantas. Akibat Korban luka-luka dan meninggal di RSMH Palembang. Dirinya menjelaskan, bahwa saat kejadian mobil kontiner tersebut tidak memasang tanda-tanda kalau mobil dalam keadaan keadaan bermasalah.
Untuk sementara dugaan akibat kecelakaan pengendara mobil Toyota Altis mengantuk tapi kasus ini dalam penyelidikan untuk mengetahui kronologi kejadian sebenarnya, apalagi mobil kontiner saat kejadian tidak memasang rambu dalam keadaan keadaan bermasalah.
“Kita mendapatkan laporan dari anggota kita kalau saat pecah ban di TKP mobil kontiner tidak memasang rambu dan memberikan kode kalau dalam keadaan bermasalah atau pecah ban, dugaan kita sementara sopir mobil Toyota Altis mengantuk tapi masih dalam penyelidikan untuk mengungkap kronologi kejadian sebenarnya,” katanya dilansir KRSumsel.com.
Sedangkan untuk barang bukti yang diamankan dalam kasus ini lanjut AKP Malina mengatakan, satu unit mobil Toyota Altis, satu lembar STNK mobil Toyota Altis, satu lembar SIM A milik Anggy Albernande dan satu mobil kontiner.(*)



