Tak Menyangka, Punya Rumah Berlantai Keramik

Salah satu warga Ujan Mas Baru, Walgio (52) dan istrinya Darsih (48). Yang menerima bantuan bedah rumah dari program TMMD.(foto.andi)

/// Melihat Lebih Dekat Warga Penerima Bantuan Bedah Rumah Program TMMD

DALAM kehidupan siapa yang tahu, jodoh, musibah, umur dan rezeki yang ditentukan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Seperti yang dialami oleh beberapa warga Desa Ujan Mas Baru, Kecamatan Ujan Mas Baru, Kabupaten Muara Enim, Sumsel ini, yang tidak menyangka memiliki rumah berlantaikan keramik?. Bagaimana ceritanya?

Penulis : Andi Ardiyan – Muara Enim

SAAT wartawan mampir di salah satu rumah warga yang mendapatkan bantuan rumah dari Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 113 tahun 2022. Tampak raut muka haru bercampur bahagia terpancar dari wajah Walgio (52) dan istrinya Darsih (48), melihat rumah milik mereka yang proses pengerjaannya sudah hampir 80 persen. Walgio tidak pernah membayangkan dirinya dan keluarga dapat memiliki rumah beton berlantaikan keramik.

Walgio dan keluarga sebelumnya tinggal disebuah gubuk sangat sederhana yang hanya berukuran 4×6 meter. Jika melihat bangunan rumah ini jauh dari kata layak huni yang berdomisili di Dusun VIII Budi Karya, Desa Ujanmas Baru, Kecamatan Ujanmas, Kabupaten Muara Enim, Sumsel.

Saat diajak bercerita, Walgio lupa sudah berapa lama ia tinggal di gubuk kecil yang berdinding papan, atap genteng dan daun nipah serta beralaskan tanah ini. Namun, dirinya menebak hampir 30 tahun ia dan keluarga tinggal di gubuk itu. Walgio yang diketahui memiliki tiga anak ini, dimana anaknya yang pertama dan kedua sudah menikah dan bekerja di Bengkulu, kini gubuk itu ditempati oleh Walgio, istri dan anak bungsunya yang berumur 14 tahun.

Jangankan memikirkan untuk membangun rumah, untuk makan sehari-hari saja Walgio yang bekerja upahan sebagai pembuat batubata ini mengaku kadang sangat kesusahan. Bagaimana tidak, penghasilannya Rp100 ribu sekali kerja yang hanya beberapa kali dalam sebulan diharapkan dapat mencukupi kebutuhan dapurnya untuk hidup. Dirinya dan keluarga kerap kebingungan saat tidak ada yang mengajak kerja. Hal ini membuat dirinya keluarga harus bertahan dalam kesusahan dan tidak membayangkan untuk membangun rumah yang layak.

“Boro-boro mikirin bangun rumah, mau makan aja susah. Kalau keinginan punya rumah bagus ada, tapi ya gak kepikiran buat cara bangunnya,” cetus Darsih sambil tertawa.

Kondisi gubuk yang ditempati keluarga Walgio dibagi beberapa petak ini terdiri dari satu kamar tidur dan dapur, semuanya beralaskan tanah. Fasilitas sanitasi dan kamar mandi pun tidak ada. Untuk keperluan mandi Walgio dan keluarga biasa mandi di sumur atau sungai, sementara untuk buang hajat menggunakan WC Cemplung.

Saat memasuki rumah, sebuah dipan kayu yang sudah apa adanya di dalam kamar sudah terlihat dari luar. Tidak ada jendela untuk sirkulasi udara di dalam rumah. Cahaya matahari pun menerobos masuk ke dalam rumah melalui lubang-lubang di sela dinding yang bolong dan tidak rapat. Bagian dapur pun tak jauh beda, terlihat dua batang kayu dipasang untuk menyangga atap dari daun nipah agar tidak ambruk.

Bukan hanya itu, Walgio mengaku kerap rela begadang saat hujan dimalam hari karena atap bocor jadi alasannya. Tidak terhitung berapa banyak jumlah bocor tersebut, namun menurutnya hampir seluruh rumah basah akibat tetesan air.

Saat program TMMD digelontorkan, ia sebagai warga sangat tidak menyangka menjadi salah satu sasaran program TMMD ke-113 Kodim 0404 Muara Enim. Sangking Walgio tidak pernah menduga gubuk kecilnya menjadi sasaran program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-113 Kodim 0404 Muara Enim tahun 2022, hampir setahun lalu ia telah diberitahu oleh anaknya, bahwa informasi dari Kades Ujanmas Baru rumah mereka diusulkan menjadi target bedah rumah tak layak huni pada program TMMD yang akan dilaksanakan oleh Kodim 0404 Muara Enim.

Menurut Walgio, beberapa kali rumahnya didatangi oleh perangkat desa serta Babinsa untuk dilakukan survei. Ia pun makin yakin gubuknya akan segera dibedah rumah. Hingga akhirnya program tersebut terealisasi secara nyata.

Kini sebuah rumah kokoh dengan dinding bata, berlantai keramik dan atap rangka baja akan segera Ia dan keluarga tempati. Rumah berukuran 6×6 meter dilengkapi dengan satu kamar tidur, ruang tamu dan kamar mandi ini proses pengerjaannya sudah 80 persen.

Tampak Dandim 0404 Muara Enim Letkol Arh Rimba Anwar SIP MIP memantau langsung proses pengerjaan bedah rumah tak layak huni itu pada Rabu, 11 April 2022. Letkol Arh Rimba Anwar memastikan, rumah tersebut akan ditempati oleh keluarga Walgio sebelum 9 Juni 2022.

Walgio dan istrinya Darsih tampak selalu tersenyum dengan mata berkaca-kaca saat menyambut kedatangan rombongan Dandim 0404 Muara Enim.

“Terima kasih banyak kepada semua pihak, terutama Kodim 0404 Muara Enim. Kalau tidak ada TMMD ini kami mungkin tidak akan bisa membangun rumah seperti ini. Kami Alhamdulillah bersyukur,” tutup Walgio dan Darsih dengan senyum semringah sambil menawarkan kopi dan makanan pada wartawan.

Dalam kesempatan itu tim TMMD dalam peninjauan meneruskan peninjauan ke beberapa lokasi titik pembangunan fisik di Desa Ujan Mas Baru.

Seperti yang dikatakan Dandim 0404 Muara Enim, Letkol Arh Rimba Anwar menerangkan, kegitaan TMMD 2022 ini dilaksanakan, berkat dukungan dari semua pihak yakni TNI AD, Pemda, Babinsa, dan Bhabinkambtimas.

“Sebab terlaksananya TMMD ini berkat kinerja Babinsa dan Bhabinkambtimas di lapangan melihat situasi diwilayahnya masih ada rumah tak layak huni, jalan yang tidak bisa dilalui dan jarak tempuh terlalu jauh, serta TPA yang kapasitasnya yang tidak mencukupi dan ada Poskamling yang belum dibangun,”ungkap Dandim.

Adapun target pada TMMD ini yakni jalan yang akan dibangun memiliki panjang 2250 meter, 5 unit rumah tidak layak huni, Renovasi satu unit TPA, dan Pembangunan Poskamling.

Selian program pembangunan fisik ada juga program non fisik diantaranya pemberdayaan masyarakat, penyuluhan kantibmas, sunat massal dan penyuluhan dari BKKBN.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *