SHI.ID|MUARA ENIM – Salah satu Aktivis Muara Enim, Awi mempertanyakan, masih banyaknya kendaraan angkutan batu bara yang melintas dijalan umum hingga saat ini. Padahal, kendaraan angkutan tambang, harus melalui jalan khusus.
Diketahui bersama, dispensasi yang dikeluarkan oleh orang nomor satu di Sumsel tersebut, dikeluarkan bagi perusahaan yang telah berkomitmen untuk membuat jalan khususnya sendiri.
Bagi yang tidak berkomitmen membuat jalan sendiri, tentu tidak diberikan surat dispensasi.
“Itu jelas ya seteatmen beliau (gubernur,red). Tapi, pertanyaannya, kenapa dari awal periode Herman Deru, hingga akhir jabatannya saat ini. Masih banyak perusahaan tambang batu bara yang masih memanfaatkan jalan umum untuk mengangkut hasil batu baranya,” cetus Awi.
Klik video terkait :
Terkait hal itu, ia sebagai masyarakat meminta dan untuk diperjelas tentang surat dispensasi gubernur untuk perusahaan, khususnya perusahaan yang tidak berkomitmen untuk memanfaatkan jalan khusus batu baranya sendiri. Buktinya, hingga saat sudah bertahun-tahun kendaraan angkutan batu bara masih melintas dijalan umum.
“Jalan tersebut bisa dilihat dari Tanjung Enim menuju Baturaja. Jalan dari Tanjung Agung hingga ke dalam Kota Muara Enim (Jalan SMB II) sampai menuju wilayah Lahat,” bebernya.
Lebih lanjut kata Awi, setiap warga dan juga pengguna jalan, memiliki hak untuk mendapatkan kenyamanan dan juga terhindar dari ancaman kecelakaan saat berkendaaran. Jika jalan umum banyak dilewati kendaraan angkutan batu bara, jelas kenyamanan dan menjadi rawan kecelakaan.

“Ditambah lagi, ironisnya bagi rumah warga yang berada dipinggiran jalan, tentu harus menghirup debu yang beterbangan dan membuat lingkungan kurang sehat bagi masyarakat. Itu sudah bertahun-tahun, bukan satu apa dua bulan saja,” bebernya.
Untuk, ia selaku masyarakat, meminta pada Herman Deru selaku Gubernur Sumsel, agar dapat mempertegas atau meninjau lagi terkait dispensasi yang diberikan pada perusahaan angkutan baru bara yang terus menerus melintas dijalan umum. Dan, harus berapa lama lagi maayarakat terus menerus merasakan masalah angkutan batu bara yang melintas dijalan umum ini.(ndi)



