Aktivitas Warga Kepur Terganggu, Akibat Jembatan Gantung Rusak

SHI.ID|MUARA ENIM – Kondisi jembatan gantung di Desa Kepur, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumsel sudah sangat memprihatinkan sekali. Soalnya, kondisi jembatan saat ini sudah rusak berat.

Dari pantauan dilapangan, Minggu (18/9/2021). Kondisi lantai jembatan yang berlantaikan bahan kayu sudah rusak parah. Sehingga, saat melintasi jembatan gantung ini warga musti ekstra hati-hati. Diketahui juga, jembatan ini merupakan akses satu-satunya warga yang bertani untuk menuju ke perkebunan dan lahan persawahan yang berada disebrang sungai.

Salah satu Warga Desa Kepur Indra (48) mengungkapkan, kondisi jembatan gantung saat ini sudah tidak bisa dilalui oleh masyarakat. Namun karena ini adalah akses utama masyarakat mau tidak mau warga tetap harus melewatinya.

“Ya harus dilewati, tapi dengan resiko yang cukup tinggi tetap saja para petani nekat untuk menyebrang,” tutur Indra.

Sementara, Kepala Desa Kepur Hasmi Nurdin mengakui kalau kondisi jembatan gantung desa kepur sudah beberapa tahun terakhir mengalami rusak berat. Padahal jembatan ini merupakan akses utama masyarakat ke perkebunan.

“Baik itu, ke persawahan, kebun karet, sawit. Maupun akses masyarakat ke pemakaman Puyang Temengung,” ungkapnya.

Hasmi juga menyebutkan, sampai saat ini belum ada tanggapan dari pemerintah untuk memperbaiki jembatan tersebut.
Padahal, sudah sering proposal disampaikan ke Pemkab Muara Enim dab juga ditembuskan ke dinas terkait yaitu PUPR Muara Enim.

Untuk itu, Hasmi berharap agar Bupati maupun DPRD untuk dapat meninjau langsung keadaan jembatan gantung saat ini. Dengan begitu, dapat melihat sendiri kondisinya. Dan, warga berharap untuk dapat segera memperbaiki jembatan gantung desa kepur ini.

“Saat ini kami selaku pemerintah desa sudah mau menganggarkan jembatan ini agar diperbaiki. Namun, karena kondisi wabah Covid -19 sekarang ini, sehingga dana tidak tersisih lagi untuk memperbaiki jembatan ini, karena diperuntukan bagi masyarakat penerima manfaat dana desa seperti pembagian BLT dan lain-lain,” tandasnya.(ndi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *