SHI.id|MUARA ENIM – Setelah melalui proses dua putaran, Al-Azhar SAg akhirnya terpilih menjadi Ketua PWI Kabupaten Muara Enim periode 2022-2025 mendatang.
Kegiatan Konferensi Kabupaten (Konferkab) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Muara Enim Tahun 2022 dihelat di Hotel Griya Sintesa Muara Enim, pada Senin (14/3/2022).
Pengusulan pemilihan langsung yang ditetapkan dalam rapat, akhirnya mengusulkan tiga nama calon Ketua PWI Kabupaten Muara Enim. Nama tersebut diantaranya, Siswanto SE, SH (uncumbent), Deni Kristian dan Al Azhar SAg.
Dalam pemilihan putaran pertama, ketiga nama calon memiliki suara yang cukup mumpuni. Buktinya, Siswanto menduduki peringkat pertama dengan perolehan 11 suara, di susul Al-Azhar dengan 10 suara dan terakhir Denni Kristian yang meraih 8 suara.
Akhirnya, pada putaran kedua persaingan yang ketat juga sangat terlihat. Buktinya, Al Azhar SAg mendapat 15 suara. Sedangkan, Siswanto SAg meraih 14 suara. Sesuai dengan AD ART PWI, Al Azhar ditetapkan sebagai ketua terpilih PWI Kabupaten Muara Enim untuk periode 2022-2025.

Dalam kesempatan itu, Ketua PWI terpilih periode 2022-2025 Al-Azhar, bahwa dirinya berteri makasih pada rekan-rekan yang telah memberikan amanah kepadanya untuk memimpin organisasi PWI Kabupaten Muara Enim kedepan. Sebab, tanpa dukungan rekan-rekan dan semua stake holder tentulah akan sulit menjalankan roda organisasi.
Kemudian Al-Azhar, meminta pengurus PWI Sumsel untuk tidak menerima anggota baru jika tidak ada rekomendasi dari daerah masing-masing. Dan, terkait hasil pemilihan, dalam organisasi diharapkan semua anggota untuk kembali menyatu, meski ada yang kalah dan menang wajib mendukung program PWI kedepan.
“Yang kalah memang tentu ada sakit hati. Namun, itulah demokrasi kita harus menerimanya dengan lapang dada, ada yang kalah dan menang,” ujar seorang Pimpred Enim Ekspres, group Sumatera Ekspres.
Sementara itu, Ketua PWI Sumsel H Firdaus Komar Spd MSi mengatakan, membangun PWI perlu kebersamaan, karena untuk membangun PWI tidak bisa sendiri. Untuk itu, kepada seluruh anggota PWI Muara Enim untuk bersatu kembali setelah pemilihan dan mensupport kepemimpinan Al Azhar.
“Kalah dan menang itu hal biasa dalam demokrasi,” pesannya.(ndi)



