Baru Satu Tahun, Plastik Pekerjaan Sistem Blok Lanfil A TPA Bukit Kancil Sudah Banyak Terbuka

Tampak Pekerjaan Sistem Blok Lanfil A TPA Bukit Kancil Muara Enim.

Sumsel hari ini.id – Masih ingat dengan Pekerjaan Sistem Blok Lanfil A TPA Bukit Kancil Muara Enim terus disorot oleh berbagai masyarakat kontrol sosial di Kabupaten Muara Enim. Kali ini, proyek yang menelan dana sebesar Rp 24,9 Miliar lebih, baru berumur satu tahun tampak sudah menunjukan kerusakan.

Dari pantauan salah satu Kontrol Sosial, Dirmanto melihat adanya kerusakan dilapangan yang terlihat secara visual diantaranya, plastik dasar yang melapisi tanah dasar sudah ada yang terbuka, sisi tanah ada yang mulai longsor, pipa cerobong tampak ada yang mulai miring.

Atas hal ini, Dirmanto mengatakan, bahwa pekerjaan yang tujuannya sangat bagus dan sudah mengeluarkan dana yang sangat besar, tentu akan menghasilkan hasil yang baik dan bermanfaat sesuai harapan.

“Namun, setelah kita cek dilapangan, tampak Pekerjaan Sistem Blok Lanfil A TPA Bukit Kancil yang menggunakan anggaran Rp 24,9 Miliar ini sudah ada yang mulai rusak,” ungkap Dirmanto, Sabtu (6/12/2025).

Ia mengatakan, sanitary landfill ini merupakan sistem berlapis yang kedap air (geomembran), pengelolaan air lindi (leachate) untuk mencegah pencemaran, sistem ventilasi untuk gas metana, penutupan harian dengan tanah, dan pemadatan sampah untuk mengurangi volume, yang bertujuan meminimalkan dampak lingkungan (bau, binatang, pencemaran tanah & air) dibandingkan metode konvensional.

Nah, kata dia, Lapisan plastik, yang umumnya dikenal sebagai geomembran, merupakan komponen penting dalam desain sanitary landfill modern. Fungsi utamanya adalah sebagai penghalang kedap air untuk melindungi lingkungan dari pencemaran akibat cairan sampah.

Plastik yang terkubur di bawah sanitary landfill (tempat pembuangan akhir) jika terbuka akan mengalami proses dekomposisi yang sangat lambat dan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan yang signifikan.

Terkait hal itu, dari plastik ini diketahui untuk mencegah Kebocoran Lindi (Leachate): Sampah yang membusuk dan air hujan yang meresap melalui tumpukan sampah menghasilkan cairan beracun yang disebut lindi. Lapisan plastik, biasanya terbuat dari High-Density Polyethylene (HDPE), berfungsi sebagai penghalang yang kuat dan kedap air di dasar dan sisi TPA untuk mencegah lindi merembes ke dalam tanah dan mencemari air tanah.

Sedangkan, sambung Dirmanto pipa seperti cerobong asap (biasanya disebut pipa ventilasi gas TPA atau pipa leachate kolektor/ekstraksi) di tempat pembuangan sampah (TPA) yang miring menandakan adanya pergerakan atau penurunan tanah yang signifikan di dalam TPA tersebut. Hal ini perlu ditangani oleh pihak berwenang di TPA karena dapat menjadi masalah serius.

“Atas hal ini, kita mendesak pada pihak APH dan BPKP untuk mengecek dan memeriksa kondisi proyek Sistem Blok Lanfil A TPA Bukit Kancil ini. Dan saya akan sesegera mungkin membuat laporan terkait proyek ini, karena diduga kuat pekerjaan ini dikerjakan tidak sesuai spek dan merugikan uang negara,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas PUPR Muara Enim, Suherman saat dikonfirmasi terkait masalah ini melalui pesan WhatsApp ke No 0852-6X99-XX22 sampai berita ini diterbitkan belum ada jawaban.(*/red/ndi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *