Delapan Tahun Menanti, Warga Galunggung Asih Sambut Gembira Perbaikan Jalan

CIREBON — Setelah sekitar delapan tahun menanti perbaikan, warga RW 15 Galunggung Asih, Kelurahan Kecapi, Kota Cirebon, akhirnya dapat menikmati pengaspalan jalan di lingkungan mereka. Pembangunan yang bersumber dari aspirasi anggota dewan melalui pokok-pokok pikiran (pokir) tersebut disambut positif oleh masyarakat.

Ketua RW 15 Galunggung Asih, Haji Duladi, mengungkapkan bahwa kondisi jalan sebelumnya sudah berlubang dan membutuhkan perbaikan. Karena itu, pengaspalan kali ini menjadi kabar menggembirakan bagi warga.

“Alhamdulillah, warga sangat senang. Sudah delapan tahun tidak ada pengaspalan dan jalan sudah berlubang. Sekarang warga senang karena jalan sudah diperbaiki,” ujar Duladi.

Kebahagiaan serupa disampaikan Jaja Suharja, salah seorang warga setempat. Ia mengapresiasi pembangunan tersebut dan berharap perbaikan jalan dapat dilanjutkan agar akses di seluruh lingkungan permukiman semakin baik.

“Saya mewakili warga merasa bangga. Terima kasih, kampung kami dibangun dan diaspal. Warga semuanya senang. Kalau bisa, tahun depan pengaspalan ditambah lagi,” kata Jaja.

Konsultan Pengawas Pastikan Pekerjaan Sesuai Perencanaan

Di tengah perhatian terhadap kondisi permukaan jalan, Wahyu Herianto selaku konsultan pengawas pekerjaan jalan dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kota Cirebon melakukan pengecekan langsung ke lokasi.

Pengecekan tersebut dilakukan menyusul pemberitaan mengenai kondisi hasil pengaspalan di wilayah tersebut.

Menurut Wahyu, hasil pemeriksaan yang dilakukannya menunjukkan bahwa pekerjaan telah dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan spesifikasi teknis atau bestek yang direncanakan.

“Kami sudah mengecek langsung ke lapangan. Hasilnya, pekerjaan sudah sesuai SOP dan bestek, serta berjalan sesuai dengan yang direncanakan,” ungkap Wahyu.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap masukan dari masyarakat.

Adapun kondisi permukaan aspal yang terlihat meninggalkan bekas atau sedikit mengalami penurunan tetap perlu dilihat berdasarkan pemeriksaan teknis. Aktivitas kendaraan yang melintas ketika aspal belum cukup dingin, serta aliran air dari halaman rumah yang posisinya lebih tinggi daripada badan jalan, merupakan sejumlah faktor yang dapat ditelusuri. Namun, penyebab pastinya tidak dapat disimpulkan tanpa pemeriksaan lebih lanjut.

Bagi warga RW 15 Galunggung Asih, pengaspalan ini menjadi perbaikan infrastruktur yang telah lama dinantikan. Masyarakat berharap pembangunan serupa dapat berlanjut sehingga kondisi jalan di lingkungan mereka semakin baik dan nyaman digunakan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *